I'm Growin Up

Sudah lama sekali sepertinya terakhir kali membuka blog ini. Melihat peristiwa yang terbekukan dalam figura masa lalu itu. Potongan rambut yang rada alay, gaya yang nggak catching, penampilan seadanya. kulit rada butek buluk...hoaaaaahhhh… sekarang

yaa ga beda jauh jugaaaa...gakdeeengg!!!

People change in many things. Ada yang tambah ganteng, tambah cantik, tambah pinter, tambah lucu-imut-gemes, ada juga yang tambah jelek, tambah bodoh, tambah...ahsudahlah..

Mulki yang sekarang (cailah Mulki, gaya beut, Dung) udah berubah. Tampilan mungkin gitu-gitu aja. Ngalamain akil baligh, tumbuh rambut dimana-mana, ada yang rambut kasar, rambut halus, ada yang rambut halus ke kasar-kasaran, (keknya langsung skip aja soal pe-rambut-an ini, mulai agak nggak kondusif soale).

People change in many ways. Banyak hal yang udah berubah. Aku yang sekarang lebih matang (aamiin), lebih njlimet pikirannya. Yaa gimana nggak njlimet, sekarang belajarnya filsafat.

Tapi, guys, seriously, filsafat bukan jurusan yang yang ngajarin lu buat nggak percaya Tuhan atau brainwashing lu buat jadi teroris, enggaaaakkkkk gilaaakkk.. Filsafat nggak juga mempelajari yang namanya hantu atau makhluk mistis lainnyaaa.. Ah, shit, dasar stereotip!! Filsafat ngajarin gue gimana caranya berpikir (hasikdaaahhhh).. tapi bukan berarti lu nggak bebas buat mikir, nggak gitu..

Yang dimaksud ngajarin cara berpikir itu maksudnya…..ahhh gimana ya jelasinnya..
Oh, gini deh simmplenya. Kadang manusia mikir dengan logika yang nggak seharusnya begitu. Contoh sederhana: Suatu hari budi bosan, lalu mengajak sahabatnya, badu, untuk jalan-jalan keliling jakarta naik Busway. Nah!!! Ini nih logika yang nggak seharusnya. Bukan naik Busway, guys, tapi Transjakarta. Busway terdiri dari dua suku kata Bus yang artinya bis (ya kita taulah) dan way yang artinya jalan (yaiyalah). Kalo dua kata itu digabungin, artinya jalan untuk bis. Yakali lu mau keliling jakarta naik jalan bis which means lu jalan kaki di jalan bis. Contoh busway merupakan contoh yang paling simple dan umum untuk menjelaskan yang kami sebut kesesatan berpikir/sesat pikir/ atau nanti kita sebut Logical Fallacies.

Selain itu, ada juga yang namanya kesesatan sofistik (nah apatuh). Kesesatan sofistik itu kesesatan berpikir dalam berargumentasi. Biasanya bentuknya itu penggiringan opini. Biasa dipake sama kaum sofi dalam caranya berpidato di tempat yang namanya agora atau pasar di Yunani untuk menggiring opini orang-orang di sana.

Ah gilaakkk, sotoy banget yaakkk, udah mulai berat ini pembahasannyaa..

Emmm, segini dulu deh nulisnya. Cuma pemanasan udah brapa taun blog ini ga produktif lagi. Banyak sarang laba-laba dimana-mana. Sekedar pemanasan biar gak kaget nanti kalo nulis.

Thanks, Dad!

Komentar